Minggu, 06 Mei 2012

Demografi

Desa Situgadung berkedudukan diujung paling selatan Kecamatan Pagedangan. Dengan batas wilayah:
  • sebelah utara        : Desa Cicalengka
  • sebelah selatan     : Kelurahan Cisauk
  • sebelah barat        : Desa Sampora
  • sebelah timur        : Desa Kadusirung
luas wilayah Desa Situgadung 748,170 Ha,terdiri dari lahan perumahan penduduk 37,376 Ha,lahan pertanian dan persawahan 307,698 Ha dan terakhir untuk pasos/pasum seluas 7920 Ha.

Pendahuluan dan Sejarah Desa Situgadung

Latar Belakang
Pembangunan desa adalah program yang sudah ada sejak masa perjuangan Republik Indonesia. Semangat, inisiatif dan kekuatan masyarakatlah yang berhasil menghantarkan masyrakat ke dalam kemerdekaan. Kekuatan masyarakat dalam Negara kita yang menjadi kekuatan pokok dalam pelaksanaan mengurus dan membangun desa.
Perhatian pemerintah terhadap pembangunan masyarakat desa makin meningkat. Orientasi pemikiran terhadap desa makin berkembang. Pembangunan tidak akan terlaksana bila tidak disertai dengan partisipasi masyarakat. Pembangunan merupakan suatu proses berkala yang berkelanjutan dan dinamis, tidak hanya sebuah konsep statis.Kemajuan desa tergantung dari tingkat kesejahteraan desa. Salah satunya Desa Situgadung. Di Desa tersebut telah tersusun suatu jalinan kekeluargaan yang baik antara pemerintah setempat dan masyarakatnya. Dan telah tersusunnya rencana-rencana pembangunan desa untuk ke depannya menjadi desa yang lebih baik.

Sejarah Desa Situgadung
Dulunya, Desa Situgadung masih mempunyai hubungan erat dengan Desa Kadusirung.Sebelumnya Desa Situgadung dan Kadusirung masih satu wilayah dengan nama Desa Rancamalang. Desa Situgadung merupakan salah satu desa yang mengalami pemekaran di Kecamatan Pagedangan.
Akhirnya ditahun 1953 Desa Rancamalang dibagi menjadi dua wilayah yaitu Desa Situgadung dan Desa Kadusirung. Pertama kali berdirinya Desa Situgadung tahun 1953 dipimpin oleh lurah yang bernama Damin (1953-1961).

Awal mulanya Desa Situgadung masih merupakan hutan dengan pohon-pohon besar dan rindang serta banyak lahan persawahan. Akses jalannya untuk mencapai desa tersebut sangatlah sulit, karena dulunya jarang penduduk dan masih sepi. Kebanyakan dari penduduk bermata pencaharian sebagi petani, jadi tidak heran ada banyak lahan-lahan pertanian. Namun di tahun 90an, banyak sekali para imigran yang menduduki Desa Situgadung. Kebanyakan berasal dari daerah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dll. Walau banyaknya perbedaan budaya, tapi mereka bisa hidup tentram bersampingan.

GADO-GADO PERJALANAN

Pengalaman pertama kita menjelajahi Desa Situgadung sungguh melelahkan..
Perlu 2 jam lamanya berputar-putar mencari letak Kantor Desa Situgadung
Setelah berputar-putar jalanan, akhirnya kita sampai tempat tujuan dengan selamat. Lawan main kita di jalan bukan sekedar mobil pribadi, tapi juga kebanyakan truk-truk besar. Asap hitam dan kepulan debu-debu di sepanjang jalan tidak mematahkan semangat kami. Di lain sisi, pemandangan Desa Situgadung sangat indah. Banyak sekali bentangan-bentangan sawah dengan padi yang menguning. Sangat elok bagi siapa yang memandang. Dengan pemandangan yang indah membuat hati kami terhibur dan merasa segar + enjoy .
Walau lelah kita tetap SEMANGAT!! :D

Pelajaran yang kita dapatkan bahwa hidup di jalan yang berliku itu keras. Foto kita sebelum berangkat.. hehe